Image
2017-09-13 Dilihat : 86 Kali

Potensi Kecamatan Tegineneng

Sekilas Kecamatan Tegineneng

Kecamatan Tegineneng adalah salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Pesawaran yang paling Utara dengan jarak rata-rata 29,64 Km dari ibukota Pesawaran. Kecamatan Tegineneng merupakan pemekaran dari kecamatan Natar Lampung Selatan.

Kecamatan Tegineneng memiliki luas wilayah pemerintahan seluas kurang lebih 142,63 Km dengan batas-batas wilayah pemerintahan sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu dan Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
  • Sebelah Barat berbatsan dengan Kecamatan Kalirejo, Kecamatan Bangun Rejo, Kecamatan Bekri dan Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah.

Kecamatan Tegineneng dengan luas wilayah pemerintahan seluas 142,63 Km terbagi menjadi beberapa desa/kelurahan yaitu :

  1. Desa Batang Hari Ogan
  2. Desa Bumiagung
  3. Desa Gedong Gumanti
  4. Desa Gerning
  5. Desa Gunung Sugih Baru
  6. Desa Kejadian
  7. Desa Kota Agung
  8. Desa Margo Mulyo
  9. Desa Margo Rejo
  10. Desa Negara Ratuwates
  11. Desa Panca Bakti
  12. Desa Rejo Agung
  13. Desa Sinar Jati
  14. Desa Trimulyo
  15. Desa Sriwedari
  16. Desa Kresno Widodo

Tegineneng dengan luas wilayah 142,63 Km² memiliki beberapa potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dalam rangka menunjang laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran. Potensi-potensi tersebut antara lain : 

1. Potensi Pertanian

Ubi kayu merupakan komuditas tanaman pangan unggulan di Kecamatan Tegineneng, dari segi produktivitas ubi kayu merupakan komoditi dengan produktivitas terbesar. Ubi kayu di Kecamatan Tegineng produktivitasnya mencapai 38.988 Ton dengan luas lahan panen kurang lebih 1.726 Ha. Produktivitas ubi kayu mencapai 225,89 kuintal per Ha.

Komoditi tanaman pangan unggulan kedua dan ketiga adalah jagung dan padi. Produktivitas tanaman jagung di kecamatan Tegineneng mencapai 29.750 Ton dengan luas lahan panen seluas kurang lebih 3.949 Ha.  Sedangkan Produksi padi di kecamatan Tegineneng produktivitasnya mencapai 20.683 Ton dengan luas lahan panen  3.692 Ha.  

2. Industri Olahan

Kecamatan Tegineneng memiliki beberapa industri kecil diantaranya penggilingan padi , tobong bata, tobong genteng, industri  tahu dan industri tempe.  Dari kelima jenis industri kecil tersebut,  tobong bata dan tobong genteng merupakan industri kecil terbanyak yang terdapat di Kecamatan Tegineneng.  Pada tahun  2015 terdapat  91 unit usaha tobong genteng dan tobong bata di kecamatan Tegineneng.

Industri tobong bata terbanyak terdapat di desa  Rejo Agung sebanyak 60 unit industri tobong bata. Selain industri kecil, Kecamatan Tegineneng juga memiliki beberapa industri kerajinan rakyat. Yakni industri kerajinan kayu, anyaman,  kerajinan kain tenun dan makanan.

Industri kerajinan kayu dan anyaman merupakan industry rakyat terbanyak yang terdapat di kecamatan Tegineneng, terdapat 84 unit usaha kerajinan kayu, unit usaha kerajinan kayu terbanyak terdapat di desa Kresno Widodo sebanyak 44,58%, atau 38 unit usaha.

Industri anyaman terdapat 139 unit usaha, industri anyaman terdapat di desa Rejoagung yakni terdapat 7 unit usaha anyaman.  Industri kerajinan tenun kain tersebar di lima desa kecamatan Tegineneng. Kelima desa tersebut adalah desa Gerning, desa Bumi Gumanti, desa Kota Agung , desa Sinar Jati dan desa Sriwedari.  

Link Download Potensi Desa Di Kecamatan Tegineneng : 

1. Desa Sinar Jati (klik)

2. Desa Trimulyo (klik)

3. Desa Rejo Agung (klik)

4. Desa Margo Mulyo (klik)

5. Desa Margo Rejo (klik)

6. Desa Kresno Widodo (klik)

7. Desa Panca Bhakti (klik)

8. Desa Gerning (klik)

9. Desa Kota Agung (klik)

10. Desa Gunung Sugih Baru (klik)

11. Desa Gedung Gumanti (klik)

12. Desa Bumi Agung (klik)

13. Desa Batang Hari Ogan (klik)

14. Desa Kejadian (klik)

Pimpinan Daerah

Cari Informasi

Google

Government Public Relations

Layanan Masyarakat