Image
2017-01-25 Dilihat : 797 Kali

Perkebunan Dan Kehutanan

Kehutanan

Produksi hasil hutan tahun 2014 berupa kayu bulat sebanyak 484.130 m3.

Kondisi kawasan hutan

Kondisi kawasan hutan yang ada di Kabupaten Pesawaran, yaitu :

  1. Hutan produksi register 18 titik bungur seluas 1.389,76 Ha luas KPH register 18 titik bungur meliputi Kecamatan Negeri Katon dan Tegineneng. Sebagai kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Saat ini pengelolaannya berada pada PT. Lhutani V berdasarkan SK Menhut No. 1444 tahun 1999 sampai tahun 2039, dalam rangka usaha pengembangan hutan tanaman industri guna memenuhi bahan baku industri perkayuan.
  2. Tahura Wan Abdul rahman register seluas 21.949,31 ha Tahura meliputi Kecamatan Gedong Tataan, Way Lima, Kedondong dan Padang cermin. Tahura adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan bukan palsu.

Perkebunan

Seiring dengan perubahan paradigma/orientasi pembangunan pertanian secara luas, maka pembanguna sektor perkebunan juga sudah selayaknya bergeser dari orientasi menjual hasil perkebunan menuju arah agroindustri. Peningkatan peran petani sebagai pemasok produksi yang menerapkan Good handling proses (GHP) pada pengolahan produk, maka keanekaragaman hasil olahan produk bermutu ditangani secara hygienis (Good Manufactur Producer-GMP) agar dapat bersaing dan meraih pangsa pasar nasional maupun internasional.

Untuk mengantisipasi perubahan paradigma tersebut maka pembangunan perkebunan lebih diarahkan pada penanganan pengembangan komoditas unggulan secara terpadu serta terintegrasi secara lintas sektor maupun antar sektoral. Pengembangan dan pembinaan komoditas perkebunan diantaranya adalah kelapa dalam. Kelapa hybrida, kelapa sawit, kopi robusta, cengkeh, vanili, karet, kemiri, pala dan lada, sedangkan komoditas unggulan ini Kabupaten Pesawaran adalah komoditas kakao.

Luas areal perkebunan mencapai 42.080 Ha atau 35,85% dari luas wilayah Kabupaten Pesawaran, terdiri dari perkebunan dari aspek budidaya (on farm) yaitu intensifikasi, rehabilitasi, peremajaan, diversif ikasi yang disertai dengan pengelolaan sumberdaya alam (air dan lahan) serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. Sedangkan dri aspek panen dan pasca panen (on farm) yaitu pengembangan agroindustri pedesaan melalui pembinaan dan pemberian fasilitas peralatan pasca panen. Selain itu juga perlu dilakukan pembinaan sumberdaya manusia sebagai pelaku pelaksana pembangunan bidang perkebunan di lapang, dengan melakukan pelatihan-pelatihan berbagai teknologi, baik bidang budidaya maupun pengolahan produksi pasca panen melalui kelembagaan petani yang kelompok tani. 

Sumber : Selayang Pandang kab. Pesawaran 2016

Pimpinan Daerah

Cari Informasi

Google

Government Public Relations

Layanan Masyarakat